Informasi

Selamat Datang di Terapi Bil Hikmah - Terapi alternatif islami - Layanan:Pengobatan medis dan non medis, Kursus Pengobatan alternatif,konsultasi masalah usaha&bisnis,karir,jodoh,perselingkuhan ,pembersihan diri,buang susuk ,pawang hujan - hubungi kami 0857-1607-6038,0821-1553-1835

Informasi terkini

Penyakit yg paling sering menyerang dan mematikan

Stroke

stroke adalah penyakit degeneratif yang kerap dijumpai pada usia senja.Stroke adalah satu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak terganggu.Dalam jaringan otak,kurangnya aliran darah menyebabkan terhambatnya proses metabolisme sel sel saraf yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel otak.Kematian sel-sel otak ini dapat berjalan perlahan-lahan sehingga mencapai titik kematiannya,Berarti terjadi degerasi sel-sel otak.

Kematian jaringan otak yang terjadi akibat stroke ini dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.Bila dapat diselamatkan kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan pada anggota badannya,hilangnya ingatan atau kemampuan bicaranya.Untuk menggarisbawahi betapa seriusnya stroke ini,beberapa tahun belakangan ini telah semakin populer istilah serangan otak.Stroke terjadi karena cabang pembuluh darah terhambat oleh sumbatan.Penghambat ini bisa berupa kolesterol atau mungkin adara serta zat lain yang masuk dalam sistim pembuluh darah otak.

Sebagaimana disinggung di atas,penyakit stroke ini menyerang kaum lanjut usia.Tetapi sejalan dengan dengan perkembangan waktu,kini kecenderungan bahwa stroke ini mengancam produktif bahkan d usia 45 tahun ke bawah.Penyakit stroke pun bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jabatan maupun tingkat sosial ekonomi.Jika stroke menyerang usia muda yang masih berusia produktif,maka akan berdampak pada menurunnya tingkat produktifitas.

Oleh karenaitu stroke menjadi momok tersendiri bagi kita.Gejala-gejalanya muncul tanpa diundang dan serangan stroke ini dapat mengakibatkan kelumpuhan dan kecacatan permanen bagi penderitanya.

Sebagaimana dikatakan Ahnad J. Ramadhan (2009), di samping penyakit degeneratif, stroke juga termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) dan ditandai oleh kematian jaringan otak (infark cerebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen kedalam otak. WHO mendefinisikan stroke sevafai gejala-gejala defisit fungsi sususan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak.

 

B. Jenis-jenis Stroke

Secara umum, stroke dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dan stroke germoragik, stroke yang disebabkan oleh pendarahan.

1. Ischemic Stroke

Ini terjadi apabila salah satu cabang dari pembuluh darah otak mengalami penyumbatan, sehingga bagian otak yang seharusnya mendapat suplai darah dari cabang pembuluh darah tersebut akan mati karena tidak mendapat suplai oksigen dan aliran darah sebagaimana harusnya.

2. Hermoragic Stroke

Stroke hermoragik (stroke pendarahan) ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, terkait dengan fluktuasi tekanan darah yang terjadi pada saat tekanan darah sedang tinggi. Gesekan dari darah yang mengalir pada penderita hipertensi bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah bagian dalam sehingga pembuluh darah tidak lagi valid dan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah saat tekanan darah naik.

 

 

 

 

update

Penyakit yang paling sering menyerang dan mematikan

Tes HIV

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi virus HIV .Kurang dari 1% penduduk perkotaan di Afrika yang aktif secara seksual telah menjalani tes HV dan presentasenya bahkan lebih sedikit di pedesaan.Selain itu,hanya0.5% wanita mengamdung di perkotaan yang mendatangi fasilitas kesehatan umum memperoleh bimbingan tentang AIDS,menjalani pemeriksaan atau menerima hasil tes mereka. Angka ini bahkan lebih kecil lagi di fasilitas kesehatan umun pedesaan. Dengan demikian, darah dari para pendonor dan produk darah yang di gunakan untuk pengobatan dan penelitian medis harus selalu diperiksa kontaminasi HIV.

Tes HIV umum, termasuk imunisasi enzim HIV dan pengujian western blot dilakukan untuk mendeteksi antibodi HIV pada serum,plasma,cairan mulut,darah kering,atau urine. Periode antara infeksi dan perkembangan antibodi pelawan infeksi yang dapat dideteksi (window period) bagi setiap orang dapat bervariasi. Inilah sebebnya mengapa dibutuhkan waktu 3-6  bulan untuk mengetahui hasil tes. Terdapat pula tes-tes komersial mendeteksi antigen HIV lainnya, seperti HIV-RNA dan HIV-DNA meskipun perkembangan antibodi belum dapat terdeteksi.

D. Pencegahan

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Itulah kata-kata bijak yang tentunya sangat mungkin dan paling baik dalam upaya menghindari AIDS. Pencegahan yang bisa kita lakukan untuk menghindari AIDS ini ialah sebagai berikut :

1.  Tidak berganti-ganti pasangan seksual;

2.  Pencegahan kontak darah, misalnya penggunaan jarum suntik yang bergantian;

3.  Dengan formula A-B-C (abstinensia artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, befaithful artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja, condom artinya pencegahan dengan menggunakan kondom).

Pengertian dan Penyebab AIDS

Acquired Immuno Deficiency Syndrome atau AIDS adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Human Immuno deficiency Virus (HIV). Meski demikian, yang menjadi penyebab penyakit itu mulai dikenal sejak tahun 1980 ini bukan hanya disebabkan oleh HIV tetapi juga bisa akibat infeksi virus-virus lain yang mirip, seperti SIV, FIV, dan lain-lain. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh sedangkan HIV adalah virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi opportunistic ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penangan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

AIDS adalah infelso yang menular. Ia menyerang sel darah putih khusus yang dinamakan T-lympbocytes, perlawanan tubuh dari serangan infeksi. Ketika terjadi kerusakan T-cell yang signifikan, seseorang tidak dapat melawan sebagian besar kuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Akibatnya, tubuh mulai ditulari infeksi yang luar biasa dan menetap di sana. Infeksi tersebut terkadang menyerang orang dengan sistem kekebalan (pertahanan) yang normal, tetapi tidak pernah berkembang. (Masland dan Estridge, 2000)

Dalam hal ini, Nadine Suryoprajogo (2009) memberikan keterangan bahwa HIV menyerang tubuh manis dengan cara membunuh atau merusak sel-sel yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan kanker menurun drastis. Sebenarnya, AIDS ini adalah istilah yang ditujukan untuk tahapan infeksi HIV yang paling parah dan serius sehingga mengakibatkan kematian.

Namun, kematian penderita bukan semata-mata disebabkan oleh virus. Penderita yang meninggal juga disebabkan oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolah jika sistem kekebalan tubuh tidak rusak. Munculnya AIDS masalah baru dalam dunia kesehatan. Kasus pertama ditemukan di Amerika Serikat pada akhur tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an.Apabila pemeriksaan antibodi seseorang positif, hal ini berarti seseorang telah tereskspos virus HIV. Orang yang baru 10% mengidap virus ini tidak mengalami gejala apapun yang akhirnya akan tumbuh menjadi penyakit dan 25% mengalami gejala yang akan berkembang menjadi penyakit dalam waktu tiga tahun.

AIDS dapat menimbulkan komplikasi penyakit lainnya , seperti penyakit paru-paru, saluran pencernaan, saraf dan kejiwaan, kanker, tumor ganas (malignan), dan infeksi oportunistik lainnya.

Cara Penularan dan Gejalanya

Cara penularan AIDS pada seseorang sangat bervariasi. Hail tergantung pada usia dan jenis kelaminnya. Rumusan berikut ini adalah cara kerja dari penularan AIDS dengan presentasenya.

1. Sekitar 75-85 % penularan terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terkena virus HIV, apalagi tidak memakai pengaman. Sekitar 5-10 % di antaranya melalui hubungan sesama jenis;

2. Sekitar 5-10 % akibat jarum suntuk yang tercemar; terutam pada pemakai narkotika;

3. Sekitar 3-5 % melalui transfusi darah. Ini terjadi apabila terdapat kemungkinan adanya virus dalam darah yang didonorkan. Namun demikian, apabila alat transfusi yang digunakan steril, kemungkinan penularan sangat kecil.

4. Sekitar 90% infeksi pada bayi dan anak terjadi dari ibu yang mengidap HIV.

5. Sekitar 25-35 % bayi yang dilahirkan oleh ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV.

 

Adapun gejala yang timbul dan bisa segera kita kenali dari serangan AIDS ialah sebagai berikut;

1. Rasa lelah berkepanjangan;

2. Sesak nafas dan batuk berkepanjangan;

3. Berat badan turun secara menyolok;

4. Pembesaran kelenjar (dileher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas;

5. Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit);

6. Sering demam (lebih dari 38derajat celcius) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas;

7. Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas.

Mengenai gejala dan tanda dari serangan AIDS, Robert P Masland dan David Estridge (2000) mengatakan bahwa akan terlihat gejala berupa demam, dingin, keringat malam, diare, dan kehilangan berat badan. AIDS dapat didiagnosis ketika seseorang mengalami Pneumonia yang disebabkan oleh jenis bakteri tertentu yang dinamakan penumonytis carinii, kuman yang biasanya tidak menyebabkan pneumonia pada orang sehat. Seseorang dengan hasil tes HIV positif dengan gejala-gejala di atas dapat dicurigai menderita penumonytis carini pneumonis. Diagnosis harus dilakukan oleh dokter dengan menggunakan teknik ilmiah yang tepat dan tes.

Wikipedia mencatat bahwa berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut ialah akibat infeksi oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Penderita AIDS berisiko lebih besar menderita kanker, seperti sarkoma kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Diagnosis

Seperti dikatakan diatas, bahwa untuk menentukan positif dan tidaknya kita mengidap AIDS harus melakukan diagnosis. Sebab, gejala atau tanda-tanda sebagaimana dikatakan diatas tidak bisa kita jadikan patokan mutlak. Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk diagnosis AIDS sebagaimana uraian berikut ini:

1. Sistem Tahapan Infeksi WHO

Pada tahun 1990, World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien terinfeksi dengan HIV-1. Sistem ini diperbarui pada bulan September tahun2005. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistik. yang dengan mudah ditangani pada orang sehat.

a. Stadium I, infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS;

2. Stadium II, termasuk manifestasi membranmukosa kecil dan radang saluran pernafasan atas yang berulang

c. Stadium III, termasuk diare kronis yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah, dan TBC;

d. Stadium IV, termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi.

2. Sistem Klasifikasi CDC

Terdapat dua definisi tentang AIDS, yang keduanya dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Awalnya CDC tidak memiliki nama resmi untuk penyakit ini sehingga AIDS dirujuk dengan nama penyakit yang berhubungan dengannya, contohnya ialah limfadenopati. CDC mulai menggunakan kata AIDS pada bulan September tahun 1982 dan mendefinisikan penyakit ini. Tahun 1993, CDC memperluas defini AIDS dengan memasukkan semua orang yang jumlah sel T CD4+ dibawah 200 per uL darah atau 14% dari seluruh limfosit sebagai pengidap HIV  positif. Mayoritas kasus AIDS di negara maju menggunakan kedua definisi tersebut. Diagnosis terhadap AIDS tetap dipertahankan, walaupun jumlah sel T CD4+ meningkat diatas 200 per uL darah setelah perawatan ataupun penyakit-penyakit tanda AIDS yang ada telah sembuh.

Tes HIV

Banyak orang tidak menyadari bahwa telah terinfeksi virus HIV. Kurang dari 1% penduduk perkotaan di Afrika yang aktif secara seksual telah menjalani tes HIV dan persentasenya bahkan lebih sedikit di pedesaan. Selain itum hanya 0,5% wanita mengandung di perkotaan yang mandatangi fasilitas kesehatan umum memperoleh bimbingan tentang AIDS, menjalani pemeriksaan, atau menerima hasil tes mereka. Angka ini bahkan lebih kecil lagi di fasilitas kesehatan umum di pedesaan. Dengan demikian, darah dari pada pendonor dan produk darah yang digunakan untuk pengobatan dan penelitian medis harus selalu diperiksa kontaminasi HIV.

Tes HIV umum, termasuk imunisasi enzim HIV dan pengujian western blot dilakukan untuk mendeteksi antibodi HIV pada serum, plasmaa, cairan mulut, darah kering, atau urine. Periode antara infeksi dan berkembangnya antibodi pelawan infeksi yang dapat dideteksi (window period) bagi setiap orang dapat bervariasi. Inilah sebabnya mengapa dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengetahui hasil tes. Terdapat pula tes-tes komersial untuk mendeteksi antigen HIV lainnya, seperti HIV-RNA dan HIV-DNA meskipun perkembangan antibodi belum dapat terdeteksi.

Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itulah kata-kata bijak yang tentunya sangat mungkin dan paling baik dalam upaya menghindari AIDS. Pencegahan yang bisa kita lakukan untuk menghindari AIDS ini ialah sebagai berikut:

1. Tidak berganti-ganti pasangan seksual;

2. Pencegahan kontak darah, misalnya penggunaan jarum suntuk yang bergantian;

3. Dengan formula A-B-C (abstinensia aritnya tidak melakukan hubungan seks sebelum nikah, befaithful aritnya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja, condom aritnya pencegahan dengan menggunakan kondom).

Dalam buku Kupas Tuntas Kesehatan Remaja dan A-Z (2009), Suryoprajogo Nadine memberikan lima tips yang mungkin bisa kita terapkan dalam upaya mencegah penularan HIV. Pertama, abstinence. Tidak melakukan seks bebas, baik dengan pengidap HIV atau yang berisiko tinggi terinfeksi virus HIV. Tidak melakukan seks pranikah. Kedua, be Faithful. Setia pada satu pasangan saja. Ketiga, condom. Gunakan kondom sebagai pengaman saat berhubungan seksual. Akan tetapi, jangan melakukan seksual di luar nikah atau jika masih di bawah umur, Keempat, don’t inject. Menghindari penggunaan jarum suntuk yang tidak steril dan berganti-gantian. Menggunakan jarum suntuk sekali pakai. Menghindari penggunaan jarum suntuk dengan pengguna narkoba. Jika melakukan tranfusi darah, pastikan darah sudah dites dan bebas dari virus HIV dan beberapa virus lainnya. Kelima, education. Penyuluhan dan bimbingan dari orang tua, keluarga, guru atau pihak terkait.

Ketika kita mencoba menerapkan beberapa hal tersebut diatas, kemungkinan adanya penularan virus HIV atau AIDS sangat kecil. Tips tersebut bukanlah hanya sekedar rumusan belaka yang tidak berdasar tetapi sebuah kesimpulan-kesimpulan yang didasarkan atas beberapa penyebabnya.

Menanggapi tips-tips diatas, ingatlah selalu bahwa kondom tidak menjamin 100% dapat mencegah penularan HIV ataupun AIDS. Penggunaan kondom saat melakukan aktivitas seksual hanyalah salah satu saran yang paling dianjurkan dan bukan alat pencegahan yang positif dan efektif.

______________________________________________________________________________________________

 

Pencegahan penyakit kanker

Kanker, sebagaimana penyakit pada umumnya, pun bisa dicegah. Oleh sebab itu, ada baiknya sebelum kanker ini terjadi, kita harus berupaya melakukan beberapa langkah pencegahan. Pencegahan adalah usaha lebih dini yang efektif. Beberapa hal yang harus kita lakukan dalam pencegahan tersebut ialah mengurangi konsumsi daging, kurangi sterss, meningkatkan asupan oksigen, kurang konsumsi gula dan zat makanan yang mengandung pengawet, menjaga minuman, memilih suplemen yang tepat, serta meningkatkan asupan enzim dan zat-zat anti kanker. (Sutanto, 2009)

1. Kurangi Konsumsi Daging

Daging merah lebih baik jika diganti dengan ikan dan ayam. Daging juga mengandung entibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.  Secara umum, bahan makanan hewani sulit untuk dicerna dan membutuhkan banyak enzim pencernaan. Daging yang tidak dicerna secara sempurna dapat memicu racun tubuh.

2. Kurangi Stress

Jaga kekuatan mental. Emosi yang tinggi dapat menyebaban stress dan metabolisme tubuh menempatkan tubuh dalam kondisi asam. Hal ini akan menambah proses pertumbuhan kanker. Belajarlah untuk selalu santai sehingga dapat memberikan kontribusi pada metabolisme tubuh yang baik.

3. Meningkatkan Asupan Oksigen

Kanker tidak akan bisa tumbuh dengan subur dalam lingkungan beroksigen. Berolahraga setiap hari akan membantu kuta mendapatkan oksigen lebih banyak. Terapi oksigen adalah cara lain untuk menghancurkan sel kanker.

4. Kurangi Konsumsi Gula dan Makanan Berpengawet

Bagi mereka yang harus mengurangi suplai gula berarti juga mengurangi suplai makanan penting. Pengganti alami yang baik dapat berupa madu atau tetes tebu. Garam meja mempunyai tambahan bahan kimua untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan konsumsi garam laut.

5. Menjaga Minuman

Jauhkanlah minuman yang mengandung kafein tinggi. Pilihan terbaik ialah minum air bersih atau yang telah disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng. Susu dapat memacu sel kanker karena dapat membuat tubuh memproduksi mucus.

6. Memilih Suplemen

Pilihlah suplemen yang mengandung antioksidan, vitamin, mineral, EFA, atau za-zat anti kanker lainnya. Hal ini dapat membantu menghancurkan sel kanker. Suplemen-suplemen yang lain adalah seperti vitamin E yang diketahui dapat membunuh.

7. Meningkatkan asupan enzim

Sayur sangat menyediakan enzim hidup yang mudah diserap untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat.Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat dapat diperoleh dengan mencoba minum jus sayur segar dan kakan sayuran mentah.Perludiketahui bahwa enzim akan kudah rusak dengan pemanasan suhu 40 derajat celcius.

8. Zat-zat anti kanker

Untuk terapi herbal,ada berbagai macam tumbuhan yang bisa kita pakai untuk mengobati kanker,antara lain:

1.Tapak dara

2.Kunir putih

3. Tangguh

4.Meniran

Bahan-bahan di atas dapat dikonsumsi dengan cara diseduh dan banyak dijual di pasaran sebagai minuman herbal.Berbagai macam dan jenis makanan ternyata terbukti mengandung zat-zat anti kanker.Bahkan tumis campuran brokoli,sawi,kembang kol,wortel,tomat dan daging ikan sangat kaya dengan unsur antioksidan.

_____________________________________________________________________________________________

B. Faktor resiko kanker

Meskipun beberapa penelitian dan percobaan pada hewan telah banyak dilakukan,sampai saat ini para pakar kesehatan belum ada yang memberikan kepastian secara positif mengenai aapa sebenarnya yang membuat kanker ini berada pada diri seseorang.Namun setidaknya ada beberapa hal yang mempunyai indikasi.

Faktor genetis adalah sebagai salah satu faktor resiko.Selain itu faktor kekebalan tubuh juga mempunyai hubungan yaang sangat erat dengan kanker.Sistem imun yang sehat akan mengenali sel asing dan langsung memusnahkannya.Namun demikian,pada sistem yang kurang efektif,hal ini akan berpengaruh pada saat menemui sel tumor sebagai asing yang memungkinkan tumor tumbuh dan berkembang menjadi kanker.

Beberapa makanan dapat menjadi penyebab pertumbuhan sel kanker.Di samping itu,makanan juga dapat melindungi tubuh dari perkembangan sel kanker.Makanan yang menjadi penyebab kanker adalah makanan diasap seperti daging,ikan, dan makanan yang ddiasinkan seperti acar,ikan asin.Makana tersebut dapat menghasilkan nitrosamine yang karsinogenik dan menyebabkan kanker lambung.

Penyakit kanker

Kanker adalah pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal dengan sangat cepat dan tidak terkontrol,sehingga efeknya adalah menginfiltrasi jaringan tubuh.Ini akan mempengaruhu fungsi organ tubuh.kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya,baik dengan pertumbuhan langsungdi jaringan yang bersebelahan(invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh(metestasis)

Pertumbuhan sel kanker culup mengkhawatirkan,sebab dapat menyusup ke berbagai jaringan tubuh normal dan menekannya sehingga mempengaruhi fungsi tubuh.Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya,sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan menyebar ke seluruh tubuh.Sel-sel kanker sebenarnya dibentuk dari sel normal melalui proses tranformasi yang terdiri dari dua tahap inisiasi dan promosi.

Pada tahap inisiasi,terjadi perubahan dalam bahan genetis sel yang memancing sel menjadi ganas.Perubahan dalam bahan genetis sel disebabkan oleh unsur pemicu kanker yang terkandung dalam bahan kimia,virus,radiasi atau sinar matahari.Meski demikian,tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap karsinogen.Kelainan genetis dalam sel atau bahan lainnya yang di sebit promotor,menyebabkan sel lebih rentan terhadap pemicu kanker.Gangguan fisik menahun bahkan bisa membuat sel tubuh menjadi lebih peka terhadap kanker.

Pada tahap promosi,suatu sel akan menjadi ganas.Terdapat beberapa faktpr yang merupakan gabungan antara sel yang peka dan karsinogen sehingga sel tubuh menjadi ganas.Pada saat itu,sistem kekebalan tubuh berusaha merusaknya sebelum sel ganas tersebut berlipat ganda dan berkembang menjadi kanker.Apabila sistem kekebalan tubuh tidak berfunsi secara normal,maka tubuh cenderung rentan terhadap resiko kanker seperti halnya yang terjadi pada penderita AIDS,pengguna obat penekan kekebalan dan penderita penyakit autuimun tertentu.Sistem kekebalan tubuh yang berfungsi normal tidak selalu efektif sehingga kanker masih mampu menembus sistem perlindungan tubuh.

Kanker dan tumor berbeda,namun banyak kalangan yang menganggapnya sama.Menurut Ning Hermanto,tumor adalah satu sel liar yang berada dalam tubuh dan terus membesar dalam lokasi yang tetap atau dengan kata lain tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain.Akibat pembesaran ini,muncul benjolan di bagian tubuh tertentu,baik disertai rasa sakit ataupun tidak.Jika tidak diobati dengan benar,sel tumor akan berubah menjadi kanker.

Sementara itu,sel kanker terus membelah diri dengan cepat dan tidak terkontrol.Jika tidak segera diobati,sel-sel tersebut akan tumbuh dan menyebar ke jaringan tubuh disekitarnya.Sel kanker menyebar melalui pembuluh darah dan getah bening.Kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan bila perawatan dilakukan sejak dini.Penyebab lainnya adalah konsumsi lemak yang berlebihan dan juga alkohol.

 

Pengobatan Kanker

Ketika kanker ini telah menyerang kita, pencegahan sudah tidak bisa kita lakukan alias tidak mempunyai pengaruh kecuali sangat sekali manfaatnya dan satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah pengobatan. Pengobatan yang bisa kita lakukan adalah sebagai bentuk dari usaha proses penyembuhan. Pengobatan yang bisa kita lakukan banyak sekali. Kita bisa melakukan pengobatan dengan cara 6 cara (Ramdhan,2009), yaitu operasi atau pembedahan, kometerapi, radiasi, imunoterapi, terapi gen, dan pengobatan alternatif.

1. Operasi atau pembedahan

Pembedahan merupakan prosedur pengobatan kanker yang paling lazim dan paling besar kumungkinannya untuk bisa sembuh, khususnya untuk jenis kanker tertentu yang belum menyebar ke bagian lain. Kemajuan di bidang pembedahan telah memungkinkan tindak operasi dengan luka dan efek seminimal mingkin, bahkan ada yang tanpa luka sama sekali. Dengan demikian, usai menjalani operasi atau pembedahan, pasien dapat beraktivitas seperti sedia kala.

2. Kemoterapi

Kemoterapi telah dilakukan dalam pengobatan kanker sejak tahun 1950-an. Ini dapat dilakukan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran kanker yang akan dioperasi atau sesudah operasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker. Pengobatan ini dapat dikombinasikan dengan terapi radiasi. Obat penghancur sel kanker diberikan dalam bentuk tablet, pil, suntikan, atau infus. Kemoterapi dapat dijalani setiap hari, seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali. Lama kemoterapi yang dijalani dan efek sampingnya tergantung pada jenis kanker yang diderita dan kemoterapi tersebut.

3. Radiasi

Untuk beberapa jenis kanker, seperti halnya kanker di daerah leher dan kepala, kanker kelenjar, kanker paru-paru, dan penyakit bodgkin, radiasi merupakan alternatif pengobatan yang utama. Radiasi dilakukan sebagai terapi tunggal maupun terapi kombinasi dengan pembedahan maupun kemoterapi.

Terapi yang efeknya lokal ini diberikan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal, radiasi dilakukan dengan cara menggunakan alat-alat tertentu untuk menembakkan gelombang radioaktif ke arah sel-sel kanker. Adapun radiasi internal diberikan dalam bentuk implam radioaktif yang disisipkan di area kanker atau dapat pula berupa obat telan atau suntik

4. Imunoterapi

Imunoterapi atau yang disebut juga sebagai terapi biologis merupakan pengobatan kanker yang relatif baru. Sekalipun demikian, diperkirakan akan segera maju pesat dan menjadi Anda para dokter. Tidak berbeda dari imunisasi pada umumnya, imunoterapi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel kanker. Ada tiga cara imunoterapi, yaitu aktif (vaksin kanker), pasif dan terapi adjuvan. Di Indonesia, imunoterapi terkadang diberikan bersama dengan pengobatan lain untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Namun, kombinasi ini tidak selalu ditempuh oleh paramedis. Penderita dapat meminta cara tersebut untuk menyembuhkan kankernya.

5. Terapi Gen

Saat ini, terapi gen belum di praktikkan secara umum, tetapi berbagai uji klinis telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Terapi ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

a. Mengganti gen yang rusak atau hilang;

b. Menghentikan kerja gen yang bertanggung jawab terhadap pembentukan kanker;

c. Menambahkan gen tertentu yang memudahman sel kanker dideteksi dan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh, kemoterapi, maupun radioterapi;

d. Menghentikan kerja gen yang memicu pembentukan pembuluh darah baru pada jaringan kanker sehingga sel-sel kanker pun mati.

6. Pengobatan Alternatif

Pada dasarnya, pengobatan alternatif dapat digolongkan ke dalam salah satu jenis pengobatan yang telah dijelaskan sebelumnya. Sayangnya, riset medis yang tidak memadai menyebabkan terapi yang pada umumnya merupakan pengobatan tradisional ini kurang diakui oleh dunia kodekteran.

 

 

 

_______________________________________________________________________________________________

Terapi bil hikmah salah satu pengobatan alternatif islami yang berdasarkan quran dan as-sunnah

Pandangan islam tentang herbal Sebagai seorang mukmin,kita dianjurkan untuk memohon agar senantiasa diberi kesehatan oleh Allah.Namun,jika Allah mentakdirkan kita untuk sakit,maka kita dianjurkan untuk menyikapinya dengan sabar,ikhlas dan syukur.Hal ini tidak lain karena sakit terkandung ujian sekaligus penghapusan dosa dari Allah SWT. Allah SWT menjadikan sakit sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka,sebagaimana di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud,Rasulullah Saw bersabda,”tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit dan lainnya,melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”(HR bukhari dan muslim)

Dari jabir yang bersambung kepada Rasulullah Saw,beliau bersabda,”Panas badan (demam) akan menghilangkan kesalahan-kesalahan manusia sebagaimana ububan(alat peniup api) melunakkan api.” Orang yang ditimpa penyakit bukan berarti orang yang hina,sebagaimana orang sehat tidakserta merta orang yang mulia.Dua kondisi tersebut sama-sama mengandung hikmah tertentu di sisi Allah SWT.Keduanya bisa menjadi nikmat atau musibah,tergantung pada cara kita memendangnya.Kaitannya dengan penyakitaada begitubanyak hadits yang menyebutkan keistimewaan dari orang yang sedang ditimpa sakit. Maka tidak heran ketikaa Al-Quran dan hadits sering menjabarkan berbagai solusi pengobatan bagi manusia yang sakit,baik sakit secara fisik maupun sakit non fisik (mental),sebab sakit memang suatu keniscayaan,begitu pula obatnya.

Pada hakikatnya,ada dua jenis pengobatan,yaitu penyakit fisik dan pengobatan hati,yang kedua-duanya bisa diterapkan dengan menggunakan petunjuk Rasulullah Saw.Untuk pengobatan fisik,Rasulullah telah mewariskan kepada kita beragan jenis obat dan metode pengobatan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Coba kita perhatikan hadits-hadits Rasulullah yang berkaitan dengan pengobatan ini. Dari Usahah bin Syarik Rasululllah bersabda,”Berobatlah wahai hamba-hamba Allah,sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit kecuali menciptakan pula obatnya,kecuali satu penyakit saja ,yaitu penyakit tua.” dari hadits yang dishahihkan oleh Tirmidzi,Hakim dan Ibnu Khuzaimah tersebut,dapat kita simpulkan bahwa Rasulullah Saw menganjurkan kepada ummatnya agar berobat saat tertimpa penyakit.Dalam hadits tersebut juga terkandung informasi bahwa segala penyakit,sudah muncul ataupun belum,sebenarnya Allah SWT jauga telah menurunkan obatnya.   >>>>>>>     Read the rest of this entry »

Selamat Datang di Terapi Bil Hikmah

 

Assalamuaalaikum wr,wb….

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT  karena begitu banyak nikmat yang Dia berikan kepada kita,maka kalau kita coba menghitungnya maka tak kan sanggup untuk menghitungnya.

Shalawat serta salam marilah kita sampaikan kepada seorang hamba Allah yang paling baik imannya,paling baik perangainya,paling lembut tutur katanya,dialah tauladan dan junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yg menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang2 yg beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang2 yg dzalim selain kerugian.”   Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengerti.(HR Buchori Muslim)

Kesehatan adalah sebagian di antara nikmat Allah yang banyak dilupakan oleh manusia. Benarlah ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ”Ada dua nikmat yang sering kali memperdaya kebanyakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kelapangan waktu” (HR. Bukhari).

Dan tidaklah seseorang merasakan arti penting nikmat sehat kecuali setelah jatuh sakit. Kesehatan adalah nikmat yang sangat agung dari Allah Ta’ala di antara sekian banyak nikmat. Dan kewajiban kita sebagai seorang hamba adalah bersyukur kepada-Nya.

sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS Al Baqarah: 152).

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, ada beberapa kondisi ketika sebagian orang sedang  diuji oleh Allah dengan dicabutnya nikmat kesehatan ini.Di antara mereka ada yang bersabar dan ridho dengan ketetapan dari Allah, mereka tetap bertawakkal dengan menempuh pengobatan yang diizinkan oleh syari’at.

Sehingga mereka pun mendulang pahala yang berlimpah dari Allah Ta’ala karena sabar dan tawakkalnya kepada Allah Ta’ala. Namun di antara mereka ada pula yang berputus asa dari rahmat-Nya, berburuk sangka kepada-Nya, dan menempuh jalan-jalan yang dilarang oleh syari’at demi mencari sebuah kesembuhan. Bahkan sampai menjerumuskan dirinya ke dalam kesyirikan.

Yang mereka dapatkan tidak lain hanyalah penderitaan di atas penderitaan, penderitaan di dunia, setelah itu penderitaan abadi di Akhirat jika tidak bertaubat sebelum meninggal dunia. Karena Allah

berfirman yang artinya,”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang lebih rendah dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa’: 48).

Setiap Penyakit Pasti Ada Obatnya

Satu hal yang dapat memotivasi kita untuk terus berusaha mencari kesembuhan adalah jaminan dari Allah Ta’ala bahwa seluruh jenis penyakit yang menimpa seorang hamba pasti ada obatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, ”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut” (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa seluruh jenis penyakit, memiliki obat yang dapat digunakan untuk mencegah, menyembuhkan, atau untuk meringankan penyakit tersebut. Hadits ini juga mengandung dorongan untuk mempelajari pengobatan penyakit-penyakit badan sebagaimana kita juga mempelajari obat untuk penyakit-penyakit hati.

Karena Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa seluruh penyakit memiliki obat, maka hendaknya kita berusaha mempelajarinya dan kemudian mempraktekkannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, ”Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, penyakit tersebut akan sembuh dengan seizin Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Maksud hadits tersebut adalah, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya, dan waktunya sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah, maka dengan seizin-Nya orang sakit tersebut akan sembuh. Dan Allah Ta’ala akan mengajarkan pengobatan tersebut kepada siapa saja yang Dia kehendaki sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ”Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya. Ada yang tahu, ada juga yang tidak tahu” (HR. Ahmad. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani )

Berobat sangat erat kaitannya dengan hukum mengambil sebab. Maksud mengambil sebab adalah seseorang melakukan suatu usaha/sarana (“sebab”) untuk dapat meraih apa yang dia inginkan. Misalnya seseorang mengambil sebab berupa belajar agar dapat meraih prestasi akademik.

Demikian pula, seseorang “mengambil sebab” berupa berobat agar dapat meraih kesembuhan dari penyakitnya.   Di antara ketentuan yang telah dijelaskan oleh para ulama berkaitan dengan hukum-hukum dalam mengambil sebab adalah bahwa sebab (sarana) yang ditempuh tidak boleh menggunakan sarana yang haram, apalagi sampai menjerumuskan ke dalam kesyirikan, meskipun metode pengobatan tersebut terbukti menyembuhkan berdasarkan pengalaman atau penelitian ilmiah.

Selain itu, ketika mengambil sebab tersebut, hatinya harus senantiasa bertawakkal kepada Allah Ta’ala dan senantiasa memohon pertolongan kepada Allah demi berpengaruhnya sebab tersebut. Hatinya tidak bersandar kepada sebab sehingga dirinya pun merasa aman setelah mengambil sebab tersebut. Seseorang yang berobat, setelah dia berusaha maksimal mencari pengobatan yang diizinkan oleh syari’at, maka dia bersandar/bertawakkal kepada Allah Ta’ala, bukan kepada dokter yang merawatnya –betapa pun hebatnya dokter tersebut- dan bukan pula kepada obat yang diminumnya –betapa pun berkhasiatnya obat tersebut-.

Hal ini karena seseorang harus memiliki keyakinan bahwa betapa pun hebatnya sebuah sebab (obat atau semacamnya), namun hal itu tetap berada di bawah takdir Allah Ta’ala.

Syukur Alhamdulillah Terapi Bil Hikmah dapat hadir di tengah anda untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang membutuhkan pengobatan yang halal,islami dan jauh dari kemusyrikan.Metode Terapi Bil Hikmah sudah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu dan terbukti manjur,aman dan tanpa efek samping apapun,Insya Allah.

Terapi Bil Hikmah  akan memberikan solusi yang tepat untuk penyembuhan segala macam penyakit anda,membantu menyelesaikan semua masalah mulai dari masalah rumah tangga,perselingkuhan,urusan bisnis dan segala permasalahannya,masalah pacar,jodoh,pekerjaan dan lainnya.Insya Allah semua permasalahan anda akan segera selesai dan anda akan menjadi manusia yang lebih baik lagi dan beriman.

Terapi Bil Hikmah Mengobati berbagai macam penyakit

Terapi Bil Hikmah dengan ijin Allah SWT mengobati berbagai macam penyakit antara lain:

Asma

Tbc

Infeksi paru-paru

Kudis/penyakit kulit

Kelenjar getah bening

Mioma

Kista

autis

Down sindrome

Kanker payudara

Tumor otak

Kanker serviks

Lemah jantung

Jantung koroner

Darah Tinggi

Diabetes/kencing manis

Herpes

Parkinson

Leukimia/kelainan darah

Syaraf urat kejepit

Stroke

Epilepsi/ayan

Sirosis/kanker hati

Cairan di otak